



Jakarta/dn.com-dari pukul 06.00 pagi santriwan dan santriwati Darunnajah sudah heboh untuk siap-siap berangkat tour ke daerah puncak bogor di tempat tour daerah puncak bogor ini adalah pilihan yang paling asyik bagi anak-anak sekolah untuk mengisi masa liburannya. Dengan liburan, kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk melepaskan segala kepenatan dan kejenuhan selama proses belajar yang menjadi rutinitas sehari-hari di sekolah dan apa lagi kelas 3 ini baru saja menyelasaikan ujian akhir wahhh rasanya butuh banget untuk berlibur,yang diharapkan anak-anak supaya bisa mendapatkan pengalaman baru dan energi baru yang positif.dengan tuor atau berlibur ini para santri Darunnajah sekaligus sebagai acara perpisahaan kelas tiga mungkin santri kelas tiga ini akan ada yang melanjutkan ke Darunnajah atau mungkin ada juga yang tidak melanjutkan ke Darunnajah
Daerah puncak bogor yang di tuju ciater dan cisarua walaupun santriwan dan santri putri berangkat bersamaan namun tujuanya berbeda yang santri putra yang berjumlah 167 itu ke Ciater sedang santri putrinya yang berjumlah 180 itu ke Cisarua dengan di dampingi oleh 22 pendamping yaitu ust dan usthnya.dari wali kelas 3 ,pengajarnya serta Biro pengasuhan Santri.tuor ini atau kalau orang pesantren bilang kegiatan Muhasabah kelas 3 ini selama dua hari satu malam dari (11/5/2011) sampai dengan (12/5/2011) sebelum berangkat tadi para santri sempat berkumpul di beri pengarahan oleh ustnya di lapangan basket dan di akhir dengan membaca doa. dan anak-anak santri diberangkat kan pukul 08.20.
Jakarta/dn.com-dari pukul 06.00 pagi santriwan dan santriwati Darunnajah sudah heboh untuk siap-siap berangkat tour ke daerah puncak bogor di tempat tour daerah puncak bogor ini adalah pilihan yang paling asyik bagi anak-anak sekolah untuk mengisi masa liburannya. Dengan liburan, kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk melepaskan segala kepenatan dan kejenuhan selama proses belajar yang menjadi rutinitas sehari-hari di sekolah dan apa lagi kelas 3 ini baru saja menyelasaikan ujian akhir wahhh rasanya butuh banget untuk berlibur,yang diharapkan anak-anak supaya bisa mendapatkan pengalaman baru dan energi baru yang positif.dengan tuor atau berlibur ini para santri Darunnajah sekaligus sebagai acara perpisahaan kelas tiga mungkin santri kelas tiga ini akan ada yang melanjutkan ke Darunnajah atau mungkin ada juga yang tidak melanjutkan ke Darunnajah
Daerah puncak bogor yang di tuju ciater dan cisarua walaupun santriwan dan santri putri berangkat bersamaan namun tujuanya berbeda yang santri putra yang berjumlah 167 itu ke Ciater sedang santri putrinya yang berjumlah 180 itu ke Cisarua dengan di dampingi oleh 22 pendamping yaitu ust dan usthnya.dari wali kelas 3 ,pengajarnya serta Biro pengasuhan Santri.tuor ini atau kalau orang pesantren bilang kegiatan Muhasabah kelas 3 ini selama dua hari satu malam dari (11/5/2011) sampai dengan (12/5/2011) sebelum berangkat tadi para santri sempat berkumpul di beri pengarahan oleh ustnya di lapangan basket dan di akhir dengan membaca doa. dan anak-anak santri diberangkat kan pukul 08.20.

Apa yang menarik dari trend penjualan komputer netbook berprosesor Atom yang sedang marak saat ini? Jika hal ini ditanyakan kepada Onno W. Purbo selaku salah satu pakar Teknologi Informasi sekaligus penggiat OpenSource tanah air, maka beliau akan langsung membidik aspek bisnis perdagangan yang menyertainya.
Lebih lanjut beliau menceritakan, "Saya bersama istri saya berkunjung ke Megabazar di JHCC pada tanggal 1 Maret 2009. Kami dengan terpaksa membatalkan niat kami untuk membeli netbook / laptop dengan prosesor Atom. Praktis semua netbook / laptop dengan prosesor Atom yang kami temui telah di bundel / pre-install dengan Microsoft & harga yang harus di bayar sudah termasuk Microsoft di dalam-nya."
Menurutnya hal tersebut berarti pembeli dipaksa untuk membayar Microsoft bersama netbook tersebut, tidak peduli walaupun tidak dipergunakan. Paling tidak untuk Netbook, tidak ada toleransi bagi mereka yang ingin menggunakan open source di laptop-nya, kita semua harus membayar sistem operasi Microsoft yang sudah terbundel. Bayangkan jika terjual ribuan laptop / bulan, artinya bangsa Indonesia harus membayar beberapa milyard rupiah per bulannya ke Microsoft padahal belum tentu digunakan oleh pemiliknya.
Lebih lanjut Onno W. Purbo juga mengkaitkan hal tersebut dengan gerakan “Indonesia, Go Open Source!” yang telah dicanangkan pemerintah. Onno sangat berharap terkait dengan hal ini, pemerintah dapat bertindak dengan lebih bijak dalam praktek bisnis perdagangan ini, terutama kaitannya dengan UU 5/1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
